Mengenal Oven Tangkring, Listrik, dan Gas

Mengenal Oven Tangkring, Listrik, dan Gas

Sebagai pemula di dalam dunia baking, membeli oven tentu saja masuk di dalam wishlist saya. Banyak sekali liat soal oven dari sesama bakers, baik yang pemula maupun yang berpengalaman. Dari review-review tersebut, tersedia 3 type oven yang banyak dibahas yakni oven tangkring, oven listrik, dan oven gas.

Ketiga type oven tersebut pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ada yang bagus untuk memanggang daging tebal layaknya ayam utuh atau steak, tersedia pula yang kurang optimal. Ada oven yang bisa api atas-bawah, tersedia juga yang tidak. Kalau telah berkata spesifikasi, kegunaan oven pasti bergantung pada keperluan memanggang, ya. Kalau aku sih, pinginnya yang bisa masak aneka masakan. Daripada bingung, liat penjelasan di bawah ini, yuk!

Oven Tangkring

Namanya juga tangkring, bermakna oven ini harus nangkring di atas sumber panas lain untuk lakukan proses panggang, seumpama di letakkan di atas kompor atau bara api.

Oven tangkring (atau disingkat “otang”) terbuat dari alumunium atau besi. Ada dua versi yang dijual di pasaran, yakni otang bersama bagian atas cekung dan bagian atas lurus. Untuk otang yang mempunyai cekungan, kebanyakan digunakan untuk memanggang kue atau makanan yang perlu api atas. Nantinya pada cekungan tersebut bakal ditaruhkan arang.
Kelebihan:

Harganya paling terjangkau dari dua type oven lain. Cocok bagi pemula yang baru studi baking sebab bisa melatih ketrampilan memanggang. Selain itu, cocok juga bagi kamu yang jarang memanggang kue.
Otang juga gampang dipindahkan dan dibawa bepergian. Selama tersedia sumber panas layaknya api atau bara, kenapa tidak?
Lebih cepat panas daripada oven listrik.
Kekurangan:

Ada otang yang mempunyai penunjuk suhu (termometer), tersedia juga yang tidak. Anda bisa membeli termometer secara terpisah. Namun jikalau tidak, kamu harus siap-siap Mengenakan insting untuk menebak suhu, ya.
Bagi yang Mengenakan termometer, harus rajin-rajin cek bahan panggangnya sebab tersedia type otang yang panasnya tidak merata. Selain itu, kadang kala suhu di termometer nampak lebih tinggi dari suhu di dalam oven.
Otang harus disangga sehingga berdiri kokoh dan stabil. Selain itu, penempatannya harus benar-benar di tengah kompor. Kalau tidak, panggang apapun tidak bakal masak cocok harapan.

Oven tangkring bisa dipakai untuk memanggang cake, kue kering, brownies, macaroni schotel, lasagna, pizza, hingga roti. Tipsnya, pakai api besar untuk memanggang roti. Sedangkan untuk cake, kue kering, pizza, dan schotel, bisa pakai pengaturan antara api kecil dan sedang.

Oven Listrik oven listrik kirin

Menurut saya, oven ini juga paling serbaguna dan praktis. Tinggal colok ke sumber listrik dan panggang, deh! Saat ini telah banyak variasi dari oven listrik. Ada yang area dalamnya kecil, tersedia pula yang berkapasitas besar hingga 9 liter layaknya Kirin Oven Listrik KBO-90M (Lihat di Lazada DISKON). Oven Kirin ini terbuat dari bahan stainless steel bersama desain yang benar-benar cantik. Elemen panasnya juga terdapat di bagian atas dan bawah, sehingga makanan bisa masak bersama lebih merata.

Kelebihan:

Ada pengaturan sementara dan suhunya. Tinggal tekan tombol suhu dan waktu, kamu bisa kerjakan hal lain sembari menanti kue matang. Kalau telah bunyi “ting”, bermakna sementara memanggang cocok setting-an telah habis. Yang membuat aku makin happy, oven listrik bisa mengatur secara otomatis! Jadi seumpama kita set panggang tertentu cake, sementara dan suhunya bakal langsung disesuaikan oleh si oven.
Harganya tidak selamanya mahal, kok. Anda bisa mengatur bersama merek yang dimiliki. Tentunya makin banyak spesifikasi layaknya kegunaan microwave, area di dalam yang luas, atau hemat listrik maka harganya bisa makin mahal. Intinya, menentukan cocok keperluan anda, ya.
Mudah dipindahkan kemanapun, pokoknya selamanya pastikan terdapatnya keberadaan colokan.
Panasnya bisa dikombinasikan, yakni api atas saja, api bawah saja, atau api atas-bawah. Praktis, kan?
Kekurangan:

Tagihan listrik naik. Ya, aku mengalami ini. Lagi-lagi berkata soal harga ya, teman-teman. Kalau ovennya mahal, bisa saja lebih hemat listrik. Sementara jikalau membeli yang standar, aku sendiri harus mematikan beberapa besar listrik di tempat tinggal demi memanggang kue.
Hati-hati jikalau membeli yang oven plus microwave, ya. Tanyakan secara detil mengenai pengaturan suhu kepada penjaja ovennya. Kalau mempunyai saya, kegunaan utama sebagai oven tambah kurang maksimal. Suhu tingginya kadang kala ‘palsu’, alhasil aku harus panggang kue dua kali sehingga bisa masak sempurna.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *